Untuk sahabat-sahabat Hindu & Buddha : bagaimanakah cara melepaskan diri dari cinta yang dalam ?
Cinta adalah penyebab semua emosi negatif kita. Cinta adalah sumber dari ahamkara (ego), samskara (kesan-kesan pikiran) dan vasana (kecenderungan-kecenderungan). Cinta adalah sumber dari keinginan dan kemelekatan.
Apabila tidak ada cinta di planet bumi ini, maka tidak akan ada masalah apapun. Tidak ada yang iri, tidak ada yang serakah dan tidak ada yang marah untuk apapun. Rasa marah, keserakahan, iri hati…..segala emosi negatif yang kita alami, semuanya bersumber dari cinta. Apakah emosi negatif dapat muncul tanpa mencintai ? Tidak mungkin !! Anda cinta kesempurnaan, maka anda marah terhadap ketidaksempurnaan atau anda tidak tahan terhadap ketidaksempurnaan.
Pada dasarnya tidak seorangpun menginginkan cinta seperti ini.
“Kesadaran” menuntun cinta dalam kemurniannya, yaitu kasih sayang. Kasih sayang tanpa ego. Kasih sayang tanpa keinginan dan kemelekatan. Kesadaran seperti ini adalah mulia. Kesadaran seperti ini adalah membebaskan.
Tapi…
..…tapi sekali dalam kehidupan ini, saya benar-benar jatuh cinta terhadap seseorang. Lalu kesadaran ini lenyap tak berbekas….yang tersisa hanyalah ego, keinginan dan kemelakatan.
Di keheningan malam, beratap langit, dalam hembusan angin dingin….saya memanggil pulang kesadaran ini, di jalan samadhi (meditasi) pranayama (mengatur nafas). Saya berjalan ke dalam, membelai hati melepaskan ego, keinginan dan kemelakatan. Untuk sesaat kesadaran ini sepertinya kembali, untuk kemudian emosi negatif lainnya datang……kesedihan di lubuk hati.
Saya tidak konsentrasi…tehnik de-konsentrasi juga tidak berguna. Atman (roh) saya sedang menjauh. Air mata menetes dan saya belum dapat “terbebaskan” dari cinta ini. Lalu sahabat-sahabatku di jalan dharma (dhamma), bagaimanakah cara melepaskan diri dari cinta yang dalam seperti ini ?